Skip to main content

Cerita dari kami Mahasiswa yang Bekerja




Sebuah tantangan bagi kami, karena telah memilih bekerja sambil kuliah secara bersamaan. Kedua hal tersebut membuat kami menjadi orang yang super sibuk dan banyak memiliki kisah manis.
 
  • Keputusan Sulit

Setelah lulus dari SMK  kami memilih bekerja sebagai pilihan kedua, loh pilihan pertamanya mana? Pilihan pertama sebenarnya masuk PTN , alhasil karena tidak seberuntung dan sepintar anak-anak yang lolos, kami tidak dapat melanjutkan mimpi indah dan bangun dari kenyataan untuk melanjutkan hidup. Hanya dengan bermodalkan Ijazah SMK dan bekal hasil belajar disekolah,  Alhamdulillah kami dapat pekerjaan yang masih ada hubungannya dengan ilmu yang dipelajari disekolah. Walaupun masih banyak para pejuang  yang tidak dapat bekerja sesuai dengan jurusannya.
Setelah menjalani waktu bekerja dari mulai pukul 08.00 pagi s.d 17.00 sore, kami para pejuang harus melanjutkan kuliah dimalam hari sampai dengan pukul 22.00 malam, dan baru sampai rumah sekitar pukul 23.00 malam. Setelah sampai rumah tidak mungkin langsung tidur, harus membersihkan diri, dan terkadang harus makan malam karena kelaparan setelah belajar dikampus.  *Huft Beratnya setiap hari jika seperti ini (ngeluh waktu masih maba).   

  • Tidak se-Kece Anak Reguler Pagi
Jam pulang kerja yang berdekatan dengan waktu kuliah, ditambah jarak rumah dan kampus yang jauh, kami tidak sempat pulang kerumah untuk berganti pakaian dan berbesih diri. Sudah jadi rutinitas kalau sampai kampus harus ketoilet untuk sekedar bersolek ria dan mengenakan sedikit wewangian agar mengurangi aroma tidak sedap efek dari seharian bekerja dan perjalanan menuju ke kampus.

  • Minim Drama 
Tidak jago drama, kami para pejuang  sudah lelah karena memikirkan banyak hal dikantor, seperti laporan bulanan, bersikap ramah terhadap customer, target penjualan, tumpukan kertas yang harus direkap dan dimarahi atasan. Jadi jarang mengalami perselisihan dikampus dan meminimalisir kesalah pahaman antar sesama teman karena begitu beratnya pekerjaan kami yang tidak main-main.

  • Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati
Namanya juga mahasiswa pekerja, selain dapat gaji bulanan dan ilmu yang dipelajari kami juga dapat wawasan dari  teman kantor maupun dikampus, dengan pengalaman, profesi, umur yang berbeda. Bisa saling tukar pikiran dan wawasan.







Sumber Gambar : 
1. http://erimc.org/2016/08/25/career-advice-for-the-millennial-generation/young-workers-are-more-concerned-about-retirement-1024x698/
2. http://fortune.com/2017/05/17/entrepreneurs-career-advice-team-spirit-motivation-startups/
 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Selamat Tinggal

Hubungan tanpa status sama gilanya dengan berjalan tanpa tujuan, sebab kita nggak akan tau kemana langkah kaki akan berpijak dan hati akan menetap. Banyak tempat yang kita singgahi, banyak waktu yang kita luangkan, dan banyak pengalaman yang membuat ku mengenal sedikit demi sedikit tentangmu. Tapi apakah semua itu jelas? Tentang kisah cinta atau pertemanan yang abu-abu. Aku sendiri sampai bingung menyebutmu apa. Terlalu nyaman dengan kondisi seperti itu. Aku tak menyesal, karena proses hidup memang seperti itu bukan? Menjalani berbagai hal lucu yang nantinya untuk diulas dimasa depan. Aku tak menyesal, kita pernah bersama. Hanya saja maafkan aku dulu selalu mempioritaskanmu. Aku yang selalu menebak-nebak dan terlalu takut bertanya, salahkah? Iya pasti salah Aku yang terlalu pasif tanpa tau bagaimana harimu berlalu, bagaimana menyapamu. Aku yang terlalu percaya diri, tanpa mengenalmu lebih jauh, tanpa mengetahui kisahmu. Bodohkan Mulai saat ini di antara kit...

Hai UN

Singkat kata singkat cerita, pertama - tama gw mau kenalin profile kilas gw Nama gw adalah Rida Anisa, seorang siswi SMK kelas XXI, ehh salah XII di Jakarta Timur yang besok akan menjalan kan UN.      Yup , National Exam. Beredar Hoax seru mengenai ujian mistis ini yang katanya banyak beredar Kunci Jawaban. Kalau dipikir - pikir sih sayang banget kalau kita pake KJ (Kunci Jawaban) karena selama 3 tahun kita belajar bersusah payah dari berakit - rakit dahulu, berbagai macam pengulangan dan pembahasan soal, masa nggak ada satupun yang masuk otak? kalau dilihat dari segi moral sih, ini udah merusak banget generasi muda Indonesia, selain menciptakan bibit korupsi, juga memperkenalkan cara cepat yang bisa dibilang nggak adil sama sekali bagi siswa/i yang udah belajar mati-matian. Mau jadi apa bangsa kita guy's ? karena di dunia kerja nanti orang ber otak dan mempunyai skill akan mengahlahkan orang yang nggak punya skill. Pekerjaannya juga akan bertahan lama ji...

Untuk kita yang pergi mengejar mimpi. Semoga bertemu lagi dalam kemapanan dan kesiapan untuk hidup bersama.

Pernah dengar istilah “Menunggu lebih baik daripada harus menghabiskan waktu dengan orang yang salah” ? atau “Daripada menunggu, lebih baik memulai”   Diusia ku yang masih terbilang  muda,atau bisa dibilang bau kencurlah, dan sebagainya, dengan status yang belum mendapatkan gelar , dan ilmu yang belum cukup mengenai kerasnya kehidupan, aku mau bahas yang ini aja “Menunggu lebih baik daripada harus menghabiskan waktu dengan orang yang salah” karena sambil berbenah diri menggali kemampuan dan menambah pengetahuan, supaya nanti masa depan kelak berbuah manis dan dapat dipetik. Aku juga percaya, bahwa jodohku (berarti masih dipinjam orang jodohnya) kelak sudah dipersiapkan dengan manis dimasa depan. Bukan maksud hati ingin meninggi, tapi ada baiknya loh daripada harus bersama dengan orang yang salah, dan ternyata bukan masa depan kita. Rugi sih, apalagi udah menjalin bertahun-tahun terus udahan gitu aja. Tak apalah sendiri, sambil perbanyak pertemanan, darisa...